๐Ÿง‘โ€๐Ÿ”ฌ
Kadet Sains Penjelajah Muda
๐Ÿช™ 0
โญ 0/9
โœจ Selamat datang di SainsVerse!
โš›๏ธ

SainsVerse

Jelajah IPA Interaktif Tingkat SMP

๐Ÿ‘ฅ Oleh: Kelompok 3 PID25 ๐ŸŒ sainsverse-pid25.pages.dev
๐Ÿงฌ Biologi & Klasifikasi
๐Ÿงช Partikel & Materi
๐Ÿš€ Gaya & Tekanan
Peta Dunia SainsVerse

Pilih Misi Eksplorasi IPA

Progres Penjelajahan Galaksi IPA 0%
โญ Syarat Lulus Level: Raih minimal 2 Bintang (โญโญ / Akurasi โ‰ฅ 65%) untuk membuka modul berikutnya!
๐ŸŒฟ
Modul 1 โ€ข Biologi
Karakteristik & Klasifikasi Makhluk Hidup
8 Karakteristik makhluk hidup, 5 Kingdom, Binomial Nomenclature & 32 Bank Soal.
โ˜…โ˜…โ˜…
TERBUKA
๐ŸŒก๏ธ
Modul 2 โ€ข Kimia Fisika
Sifat & Perubahan Materi
Wujud zat, Unsur/Senyawa/Campuran, Pemisahan & Fisika vs Kimia.
๐Ÿ”’ Syarat Buka: Min. 2 โญ di Modul 1
โ˜…โ˜…โ˜…
๐Ÿ”’ TERKUNCI
โšก
Modul 3 โ€ข Fisika Mekanika
Gaya, Gerak, dan Tekanan
GLB/GLBB, Hukum Iโ€“III Newton, Tekanan Padat, Hidrostatis, Pascal & Archimedes.
๐Ÿ”’ Syarat Buka: Min. 2 โญ di Modul 2
โ˜…โ˜…โ˜…
๐Ÿ”’ TERKUNCI
Modul 1 โ€ข Biologi SMP

Karakteristik & Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Bernapas (Respirasi) Menghirup gas oksigen (O2) untuk mengoksidasi sari makanan menjadi energi (ATP), serta mengeluarkan zat sisa berupa gas karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O).
2. Memerlukan Nutrisi (Makanan) Tumbuhan hijau bersifat autotrof (mengubah CO2 dan H2O menjadi glukosa C6H12O6 melalui fotosintesis), sedangkan hewan dan manusia bersifat heterotrof.
3. Bergerak Hewan bergerak aktif berpindah tempat menggunakan alat gerak. Tumbuhan bergerak pasif mengikuti datangnya rangsang (contoh: gerak fototropisme ujung batang ke arah cahaya matahari).
4. Peka Terhadap Rangsang (Iritabilitas) Kemampuan menanggapi rangsang cahaya, sentuhan, suhu, atau zat kimia. Contoh: daun putri malu (Mimosa pudica) mengatup saat disentuh (seismonasti).
5. Tumbuh dan Berkembang Tumbuh: Pertambahan ukuran, volume, dan massa tubuh yang bersifat kuantitatif serta tidak dapat kembali seperti semula (ireversibel). Berkembang: Proses pematangan fungsi organ menuju kedewasaan (kualitatif).
6. Berkembang Biak (Reproduksi) Kemampuan menghasilkan keturunan untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah, baik secara generatif (kawin) maupun vegetatif (tak kawin, seperti tunas atau membelah diri).
7. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi) Membuang zat sisa metabolisme tubuh agar tidak meracuni sel (contoh: ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan CO2, serta daun melalui stomata dan lentisel).
8. Adaptasi Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya (morfologi, fisiologi, dan tingkah laku). Contoh: tanaman kaktus memiliki daun berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air.
๐Ÿฆ 

1. Kingdom Monera

Organisme prokariotik (belum memiliki membran inti sel) dan bersel satu (uniseluler). Contoh: Bakteri (Escherichia coli, Lactobacillus bulgaricus) dan ganggang hijau-biru (Cyanobacteria).

๐Ÿ”ฌ

2. Kingdom Protista

Organisme eukariotik (memiliki membran inti sel) sederhana. Dibagi menjadi Protista mirip hewan/Protozoa (Amoeba proteus, Paramecium caudatum, Plasmodium), mirip tumbuhan/Alga (Euglena viridis), dan mirip jamur.

๐Ÿ„

3. Kingdom Fungi (Jamur)

Eukariotik, tidak berklorofil (heterotrof saprofit/parasit), dinding sel dari zat kitin, tubuh tersusun atas benang hifa, dan berkembang biak dengan spora. Contoh: Jamur tiram (Pleurotus ostreatus), jamur tempe (Rhizopus oryzae), dan ragi (Saccharomyces cerevisiae).

๐ŸŒป

4. Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Eukariotik multiseluler, berdinding sel selulosa, memiliki klorofil (autotrof). Terdiri atas Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Tumbuhan Paku (Pteridophyta), dan Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta: Gymnospermae & Angiospermae).

๐Ÿฆ

5. Kingdom Animalia (Hewan)

Eukariotik multiseluler, tidak berdinding sel, heterotrof, bergerak aktif. Dibagi menjadi Invertebrata (tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia).

Urutan Tingkatan Takson (Tinggi ke Rendah) Kingdom (Kerajaan) โ†’ Filum (Hewan) / Divisi (Tumbuhan) โ†’ Kelas (Classis) โ†’ Ordo (Bangsa) โ†’ Famili (Suku) โ†’ Genus (Marga) โ†’ Spesies (Jenis). Semakin rendah tingkatan takson, semakin banyak persamaan ciri yang dimiliki!
Tata Nama Ganda (Binomial Nomenclature) Sistem penamaan ilmiah yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus:
โ€ข Terdiri atas 2 kata dalam bahasa Latin atau yang dilatinkan.
โ€ข Kata pertama menunjukkan Genus (diawali huruf kapital).
โ€ข Kata kedua merupakan penunjuk Spesies (ditulis dengan huruf kecil semua).
โ€ข Ditulis dengan cetak miring atau digarisbawahi secara terpisah.
โ€ข Contoh: Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Harimau (Panthera tigris).
Kunci Determinasi Dikotomis Panduan identifikasi makhluk hidup yang memuat daftar pasangan pernyataan ciri yang berlawanan (kuplet a dan b) secara bertahap hingga ditemukan kelompok taksonnya.
Tahap 1: Sortir Kingdom Soal: 1 / 10 Benar: 0

Seret kartu spesimen atau Tap kotak Kingdom yang sesuai!

๐Ÿ…
Harimau Sumatera
Multiseluler, karnivora, bergerak aktif
๐Ÿพ Animalia Dunia Hewan
๐ŸŒฑ Plantae Dunia Tumbuhan
๐Ÿ„ Fungi Dunia Jamur
๐Ÿ”ฌ Monera / Protista Mikroorganisme
Modul 2 โ€ข Kimia Dasar

Sifat & Perubahan Materi

๐ŸงŠ Wujud: PADAT (Es)
-20ยฐC
๐Ÿ”ฅ Pengatur Suhu Pemanas Lab -20ยฐC
Analisis Partikel (Padat): Jarak antarpartikel sangat rapat dan tersusun teratur. Gaya tarik-menarik antarpartikel sangat kuat sehingga partikel hanya bergetar di tempatnya. Bentuk dan volumenya tetap.
6 Perubahan Wujud Zat โ€ข Menyerap Kalor (Endoterm): Mencair (Padat โ†’ Cair), Menguap (Cair โ†’ Gas), dan Menyublim (Padat โ†’ Gas, contoh: kapur barus di lemari).
โ€ข Melepas Kalor (Eksoterm): Membeku (Cair โ†’ Padat), Mengembun (Gas โ†’ Cair), dan Mengkristal/Deposisi (Gas โ†’ Padat, contoh: terbentuknya salju atau bunga es).
Unsur (Zat Tunggal Paling Sederhana) Zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Contoh: Emas (Au), Besi (Fe), Tembaga (Cu), Oksigen (O2), Nitrogen (N2), dan Karbon (C).
Senyawa (Gabungan Dua Unsur atau Lebih Secara Kimia) Terbentuk melalui reaksi kimia dengan perbandingan tetap dan sifatnya berbeda jauh dari unsur penyusunnya. Contoh: Air (H2O), Garam dapur (NaCl), Gas karbon dioksida (CO2), dan Gula pasir/Sukrosa (C12H22O11).
Campuran Homogen vs Heterogen โ€ข Homogen (Larutan): Partikel penyusunnya tercampur merata tanpa bidang batas (contoh: larutan gula, larutan garam, udara bersih, dan kuningan).
โ€ข Heterogen: Terdiri atas Koloid (susu, santan, kabut) dan Suspensi yang mengendap (campuran air dengan pasir atau air kopi tumbuk).
5 Metode Pemisahan Campuran 1. Filtrasi (Penyaringan): Memisahkan zat padat dari cairan berdasarkan perbedaan ukuran partikel (contoh: menyaring santan atau air berpasir).
2. Destilasi (Penyulingan): Memisahkan campuran cairan berdasarkan perbedaan titik didih (contoh: pengolahan fraksi minyak bumi atau pembuatan air murni).
3. Kromatografi: Berdasarkan perbedaan kecepatan merambat partikel zat pada medium diam (contoh: menguji zat warna pada tinta atau makanan).
4. Sublimasi: Memisahkan zat padat yang mudah menyublim dari pengotornya (contoh: pemurnian kapur barus atau iodin).
5. Sentrifugasi: Memisahkan partikel halus dalam suspensi/koloid menggunakan gaya putar cepat (contoh: memisahkan sel darah merah dari plasma darah).
Sifat & Perubahan Fisika (Tidak Terbentuk Zat Baru) Bersifat sementara dan dapat kembali ke bentuk asal (reversibel). Meliputi perubahan wujud (es mencair, air menguap, lilin meleleh), pelarutan (gula larut dalam air), dan perubahan bentuk/ukuran (kayu dipahat menjadi kursi, beras ditumbuk menjadi tepung).
Sifat & Perubahan Kimia (Terbentuk Zat Jenis Baru) Bersifat permanen (ireversibel) karena susunan molekul zat berubah. Contoh: kayu terbakar menjadi arang dan abu, besi berkarat membentuk Fe2O3 (korosi), susu menjadi masam, nasi basi, serta singkong difermentasi menjadi tapai.
4 Ciri Terjadinya Reaksi Kimia 1. Terjadi perubahan warna (contoh: buah apel dikupas berubah kecokelatan karena oksidasi).
2. Terjadi perubahan suhu (reaksi eksoterm menghasilkan panas atau endoterm menyerap panas).
3. Terbentuk gelembung gas (contoh: tablet vitamin C atau soda kue dimasukkan ke dalam air/cuka menghasilkan gas CO2).
4. Terbentuk endapan di dasar tabung reaksi.
Soal: 1 / 8 Benar: 0
๐ŸงŠ

Judul Soal

Deskripsi fenomena atau pertanyaan konsep materi.

Modul 3 โ€ข Fisika Mekanika

Gaya, Gerak, dan Tekanan

๐Ÿ“ฆ 10 kg
Resultan (ฮฃF) 40 N
Percepatan (a) 4.0 m/sยฒ
Status Benda Bergerak โ†’
๐ŸŸข Gaya Dorong (F): 60 N
๐Ÿ”ด Gaya Gesek Maksimum (f): 20 N
โš–๏ธ Massa Balok (m): 10 kg
Hukum I, II, dan III Newton โ€ข Hukum I Newton (Kelembaman/Inersia): ฮฃF = 0. Benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan. Contoh: tubuh penumpang terdorong ke depan saat bus direm mendadak.
โ€ข Hukum II Newton: a = ฮฃF / m atau ฮฃF = m ร— a. Percepatan benda (m/s2) berbanding lurus dengan resultan gaya (N) dan berbanding terbalik dengan massanya (kg).
โ€ข Hukum III Newton (Aksi-Reaksi): Faksi = โˆ’Freaksi. Gaya aksi dan reaksi sama besar namun berlawanan arah. Contoh: semburan gas roket ke bawah mendorong roket meluncur ke atas.
Jarak vs Perpindahan & Kelajuan vs Kecepatan โ€ข Jarak (s): Panjang seluruh lintasan yang ditempuh benda tanpa memperhatikan arah (besaran skalar).
โ€ข Perpindahan (ฮ”x): Perubahan posisi benda yang diukur lurus dari titik awal ke titik akhir (besaran vektor).
โ€ข Rumus Kelajuan / Kecepatan: v = s / t (v = kelajuan dalam m/s, s = jarak tempuh dalam meter, t = waktu tempuh dalam sekon).
Gerak Lurus Beraturan (GLB) Gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap (konstan) sehingga percepatannya nol (a = 0 m/s2). Contoh: kereta api melaju konstan 20 m/s (72 km/jam) pada rel lurus.
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Gerak lurus dengan percepatan tetap (konstan):
โ€ข GLBB Dipercepat: Kecepatan bertambah secara teratur (contoh: buah kelapa jatuh bebas dari pohon, sepeda meluncur menuruni bukit).
โ€ข GLBB Diperlambat: Kecepatan berkurang secara teratur (contoh: bola dilempar vertikal ke atas, mobil direm hingga berhenti).
1. Tekanan Zat Padat P = F / A
P = Tekanan (N/m2 atau Pascal/Pa), F = Gaya tekan (N), dan A = Luas bidang tekan (m2). Semakin kecil luas permukaan sentuh (A), semakin besar tekanan (P) yang dihasilkan. Contoh: mata pisau dibuat tipis dan tajam, sedangkan kaki bebek berselaput lebar agar tidak mudah amblas di lumpur.
2. Tekanan Hidrostatis (Zat Cair) Ph = ฯ ร— g ร— h
Tekanan di dalam zat cair bergantung pada massa jenis zat cair (ฯ dalam kg/m3), percepatan gravitasi (g dalam m/s2), dan kedalaman diukur dari permukaan zat cair (h dalam meter). Oleh sebab itu, dinding bendungan bagian dasar dibuat jauh lebih tebal.
3. Hukum Pascal (Fluida Ruang Tertutup) F1 / A1 = F2 / A2
Tekanan yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Penerapan: dongkrak hidrolik, alat pengangkat mobil di tempat cuci mobil, dan rem cakram hidrolik.
4. Hukum Archimedes (Gaya Apung: Fa = ฯcair ร— g ร— Vcelup) โ€ข Terapung: Massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair (ฯbenda < ฯcair).
โ€ข Melayang: Massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair (ฯbenda = ฯcair).
โ€ข Tenggelam: Massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair (ฯbenda > ฯcair). Penerapan: kapal selam, jembatan ponton, hidrometer, dan balon udara.
Kuis Fisika: 1 / 6 ๐Ÿ”ฌ Simulator Soal Aktif Benar: 0

Soal Fisika akan muncul di sini...